
Surabaya, Kompas - Jumlah ibu rumah tangga pengidap HIV/AIDS semakin signifikan. Sampai tahun 2010, ibu rumah tangga di Jawa Timur yang terinfeksi HIV/AIDS mencapai 416 orang. Berdasarkan profesi, ibu rumah tangga menempati urutan ketiga setelah wiraswasta (539) dan pasien dengan pekerjaan tidak diketahui (435). Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Dodo Anondo, seusai peringatan Hari AIDS di RSU Dr Soetomo Surabaya, Rabu (1/12), mengatakan, meski lugu, ibu rumah tangga tidak lepas dari risiko penularan sebab sulit mengetahui kemungkinan suaminya menerapkan seks bebas. Saat ini Pemerintah Provinsi Jatim menyosialisasikan masalah HIV/AIDS kepada ibu rumah tangga. Adapun penggunaan kondom pada pelanggan lokalisasi malah dilakukan lembaga swadaya masyarakat. Menurut Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, perlu sinergi berbagai kalangan untuk menanggulangi HIV/AIDS. Penanggulangan semestinya dilakukan tidak hanya pada tahapan preventif dan kuratif, tetapi juga rehabilitatif. Namun, untuk rehabilitasi, Saifullah melemparkan tanggung jawab kepada lembaga swadaya masyarakat. ”RSU Dr Soetomo sudah menangani bagian kuratif dan sedikit rehabilitatif. Lebih bagus rehabilitasi ditangani LSM atau lembaga yang peduli, sedangkan pemerintah lebih pada preventif dan promotifnya,” tutur Saifullah. Direktur Eksekutif Hotline, lembaga pendamping ODHA, Esthi Susanti menegaskan, AIDS adalah masalah bersama, bukan sekadar masalah individu. Pemerintah semestinya membuat standardisasi penanganan pasien HIV/AIDS. Dengan demikian, penanganan tidak dilakukan kasus per kasus, melainkan ada mekanisme yang terstandar. Dari standardisasi ini, profesionalisme dalam penanganan pasien HIV/AIDS bisa dimunculkan. ”Kalau hanya mengandalkan LSM, energi baik psikis, fisik, maupun dananya sangat terbatas,” kata Esthi.
Meningkat
Direktur Utama RSU Dr Soetomo dr Slamet Riyadi Yuwono DTM&H MARS menambahkan, selama ini pihaknya menangani tahap rehabilitasi medis seperti fisioterapi dan rawat jalan. Adapun rehabilitasi sosial bagi pengidap HIV/AIDS belum ada, meski sangat dibutuhkan. Saat ini Dinas Kesehatan Jatim mencatat 9.149 kasus HIV/AIDS. Meski demikian, diperkirakan terdapat 27.062 orang yang terinfeksi HIV/AIDS. ”Fenomena ini ibarat gunung es, permukaannya saja yang tampak,” kata Dodo. Di RSU Dr Soetomo, peningkatan selalu terjadi setiap tahun. Sejak Februari 2004 hingga Oktober 2010, sebanyak 3.465 pasien HIV/AIDS dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu. Sepanjang 2010, terdaftar 567 pasien baru. Karena rumah sakit di daerah selalu merujuk pengidap HIV/AIDS ke RSU Dr Soetomo, Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU Dr Soetomo, tempat merawat pasien HIV/AIDS, kerap kewalahan. ”Tapi kami tidak boleh menolak pasien karena RSU Dr Soetomo merupakan rumah sakit rujukan,” kata Slamet. Untuk itu, RSU Dr Soetomo menambah daya tampung UPIPI dari 12 tempat tidur menjadi 30 tempat tidur. UPIPI juga menambah ruangan untuk poliklinik rawat jalan bagi pengidap HIV/AIDS. (INA)
Sumber: Kompas, Kamis, 2 Desember 2010