Friday, August 19, 2011

Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda


  1. Keguguran.
    Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.
  2. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
    Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksiterutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.
    Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.
  3. Mudah terjadi infeksi.
    Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.
  4. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.
    Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis..
  5. Keracunan Kehamilan (Gestosis).
    Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.
  6. Kematian ibu yang tinggi.
    Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).

Sumber: puskesmas-oke.blogspot.com

Sunday, January 23, 2011

3 Sebab Pelajar SMP Melacur di Facebook

VIVAnews - Setelah menangkap pelaku prostitusi anak melalui internet pekan lalu, hingga kini Kepolisian Resor Jakarta Pusat terus pengembangan jaringan lain dari praktek ini. Selain akan mencari jaringan lain, polisi juga menelusuri pria hidung belang yang kerap masuk dalam praktek prostitusi anak-anak yang masih pelajar SMP ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ada lebih dari seratus orang yang telah diperjualbelikan oleh pelaku DD, untuk kepentingan eksploitasi seksual. Sementara, polisi baru mengamankan tujuh korban pelajar sekolah tingkat SMP. Berdasarkan keterangan, mereka dijual dengan tarif Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Mengapa para pelajar SMP ini rentan terjerumus praktek prostitusi? Menurut Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meilala, ada tiga sebab mengapa para siswi SMP berusia belasan tahun dan masih belia terjerumus dalam tindak kriminal dan dunia prostitusi.

Pertama, para gadis belasan tahun ini masih senang hidup berkelompok dan meniru sikap teman satu kelompoknya serta mengatasnamakan solidaritas. Ketika salah satu teman kelompoknya terjun dalam dunia yang hitam yang dianggap menawarkan keuntungan, mereka pun tidak segan mengikuti. Sehingga tidak heran jika para korban umumnya tinggal berdekatan atau dalam satu sekolah. Kedua, kemungkinan para gadis usia belasan tahun itu ingin hidup mewah dan memiliki sesuatu benda mewah seperti yang dimiliki temannya. Dan prostitusi dianggap sebagai jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap materi. Ketiga, karena keterbatasan pengetahuan para gadis itu atas bahaya yang mengancam seperti penyakit kelamin dan lainnya. Sehingga membuatnya lebih berani dan hal ini akan mudah dimanfaatkan. "Dengan bujuk rayu dan iming-iming tentu akan lebih mudah," katanya.

"Ini tentu berbeda dengan gadis yang berusia di atasnya yang melakukan penuh kesadaaran," ujar Adrianus Meilala kepada VIVAnews.com. Sementara itu, mengenai realitas maraknya praktek prostitusi melalui jejaring sosial yang mewabah di dunia maya, Adrianus menilai para orang tua sudah seharusnya mengikuti perkembangan teknologi agar dapat mengawasi pergaulan anaknya. "Para orang tua saat ini jangan terlalu gaptek (gagap teknologi), harus mengejar perkembangan teknologi," ujar Adrianus. Jika para orang tua memang tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi, maka perlu ada kompensasi agar putri mereka tidak terjerumus dan menjadi korban oleh oknum kejahatan. Menurutnya, penyalahgunaan situs jejaring sosial saat ini tidak dapat dihindari lagi. Karena sifatnya yang amat terbuka. Siapa saja bisa membuat akun secara cuma-cuma. Sehingga Facebook bisa digunakan untuk berbagai tujuan, baik maupun jahat. "Tidak bisa diseleksi, karena sifatnya yang terbuka," ujar Adrianus. Selain itu, maraknya penjualan gadis melalui dunia maya, Adrianus menilai karena saat ini transaksi di dunia maya masih dianggap dapat meningkatkan nilai barang jualannya dan terlihat lebih bergengsi. Selain mudah, cepat, gampang dan volume mengakses yang cukup besar, media promosi di internet dapat meningkatkan gengsi nilai penjualan. "Berbeda jika dengan cara konvensional di jalan-jalan yang terkesan murahan," ujarnya.

Sumber: vivanews.com, Senin, 24 Januari 2011