
Kondisi yang demikian, ia menjelaskan, membuat produksi gula pada hati tidak terkendali sehingga kadar gula dalam darah naik. Bila tak dikendalikan hal itu bisa berkembang menjadi diabetes melitus yang oleh masyarakat awam disebut kencing manis. Penyakit diabetes yang disebabkan oleh resistensi tubuh terhadap efek insulin--hormon yang diproduksi oleh sel beta pankreas-- disebut diabetes melitus tipe dua. Keadaan ini akan mengakibatkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali dan menimbulkan komplikasi pada sejumlah organ seperti jantung, otak, tungkai bawah, mata, ginjal dan jaringan syaraf. Menurut Aris, penyakit ini biasanya ditandai dengan banyak kencing (polyuria), banyak minum (polydipsia), banyak makan (polyphagia) dan cepat lelah. "Kalau tanda-tanda ini sudah muncul berarti paling tidak kita sudah telat enam tahun. Seharusnya ini bisa dicegah dengan mengenali dan menyadari faktor risikonya sejak dini," katanya. Ia menyarankan orang-orang dengan risiko terkena diabetes melitus, yakni mereka yang antara lain punya keturunan diabetes melitus, kegemukan, lingkar perutnya besar dan pola makannya tidak baik, untuk memeriksa kadar gula darahnya secara berkala. M035/s018
Sumber: Antara
0 komentar:
Post a Comment