
Ia menjelaskan penggunaan obat kadang menimbulkan dampak personal ringan sampai sedang pada pada awal terapi, biasanya berupa rasa pusing dan mual. "Tapi jarang. Pasien-pasien yang saya tangani tidak ada yang mengeluhkan efek samping obat," katanya. Dokter spesialis kedokteran jiwa pada Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Tribowo T Ginting menambahkan selain penggunaan obat, terapi perilaku dan pendekatan psikologis juga penting untuk mengatasi kecanduan nikotin. "Motivasi, niat dan komitmen bisa menjadi modal awal untuk berhenti merokok. Selanjutnya dukungan keluarga sangat penting dalam hal ini," katanya. Dukungan keluarga, menurut dia, bisa diekspresikan dengan menghargai keputusan pasien untuk berhenti merokok dan membangkitkan kewaspadaan mereka terhadap konsekuensi negatif akibat kebiasaan buruk mereka untuk meningkatkan motivasi. "Sediakan waktu untuk mendukung mereka, luangkan waktu untuk mengalihkan pikiran dari rokok ke kegiatan lain yang positif. Bantu mereka mendapatkan apa yang diperlukan. Kalau perlu bikin perayaan atas setiap tahap keberhasilan mereka," katanya. (T.M035/Z003/P003)
Sumber: antara
0 komentar:
Post a Comment