Thursday, April 1, 2010

Banyak Perempuan Tertular HIV dari Pasangan Intim

Banyak perempuan yang menikah atau berada dalam hubungan jangka panjang memiliki tingkat resiko terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) disebabkan oleh perilaku beresiko pasangan mereka atau tertular dari pasangan intim. "Semakin banyak perempuan terinfeksi HIV dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki perilaku beresiko," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Rabu pada acara Peluncuran Laporan Penularan HIV Pada Pasangan Intim di Asia. Berdasarkan laporan terbaru mengenai penularan HIV pada hubungan pasangan intim di Asia menekankan pada peningkatan jumlah perempuan yang terinveksi HIV melalui suami atau pasangan intim mereka. Diperkirakan sekitar lebih dari 90 persen dari 1,7 juta perempuan hidup dengan HIV di Asia terinfeksi dari suami atau pasangan mereka pada hubungan jangka panjang. Pada tahun 2008, 35 persen dari seluruh orang dewasa terinfeksi HIV di Asia adalah perempuan, naik 17 persen pada tahun 1990. Bahkan laporan regional mengenai "Penularan HIV pada hubungan pasangan intim di Asia" mengkaji isu perempuan yang menikah atau berada dalam hubungan jangka panjang memiliki tingkat resiko terinfeksi HIV disebabkan oleh perilaku beresiko pasangan mereka. Bukti dari hampir semua negara di Asia menunjukkan bahwa perempuan yang tertular HIV bukan dari perilaku mereka sendiri, akan tetapi karena perilaku seksual tidak aman yang dilakukan pasangan di mana pasangan mereka adalah laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki lain, pengguna narkoba suntik atau klien pekerja seks komersial. Karenanya, menteri menilai pihaknya perlu memperkuat program-program hak asasi reproduksi perempuan dan untuk meningkatkan kekuatan menawar wanita dalam menolak hubungan seksual beresiko tinggi. Menanggapi hal itu, Perwakilan dari United Nations Population Fund (UNFPA) Zahidul Huque mengatakan bahwa laporan tersebut ditujukan untuk memperbaiki strategi advokasi dan pencegahan. Sementara Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan bahwa epidemi HIV di Indonesia pada saat ini telah mengarah pada penularan mengenai aktivitas sosial dan semakin banyak perempuan terinfeksi HIV.

Sumber: Antara

2 komentar:

Al-Ikhlas said...

Assalamu'alaikum wr wb. itu sebabnya Allah SWT berfirman "JANGAN ENGKAU DEKATI ZINAH", karna memang kerusakannya luar biasa, jadi mendekatinya saja dilarang apalagi melakukannya, bila engkau melakukannya/berzinah, maka hukumannya bagi yg lajang cambuk 100 x dan diasingkan/penjara, bila yg melakukannya telah berkeluarga atau pernah berkeluarga maka hukumannya MATI dgn cara DIRAJAM, dan tak ada kifarotnya, membunuh hukumannya mati dan masih ada kifarotnya, tapi Zinah tidakada kifarotnya dan caranyapun dilempari baru sampai mati, hukum ini telah Allah berlakukan sejak TAURAT, INJIL, sampai AL-QUR'AN, coba fikirkan membunuh hukumannya dibunuh juga tapi caranyapun harus benar jangan sampai menimbulkan penganiayaan, bila dgn pedang harus sangat tajam dan sekali penggal putus/tewas, bila ditembak harus dgn 1 regu 12orang dan tepat di jantung supaya langsung mati dan tdk teraniaya, dan sekarang perhatikan dgn Zinah diRajam, tersiksa, merasakan sakit sebelum ajal tiba, ini menandakan Zinah itu amat merusak, tatanan hidup dan kehidupan. Wassalamu'alaikum wr wb.

Al-Ikhlas said...

tambahan mengenai penyakit-penyakit yang ditimbulkannya, banyak sekali jenisnya misalnya 1. kencing nanah, 2. sipilis dll sampai 3. HIV/AIDS, dan penyakit inipun akan menulari juga bagi yg bukan pezinah contoh : Pasangannya, Janin-janin dan masih banyak lagi kerusakan lainnya.

Post a Comment