Friday, April 2, 2010

Laju AIDS RI Tercepat di Asia

JAKARTA - Indonesia belum beranjak sebagai salah satu negara dengan laju epidemi HIV/AIDS tertinggi di dunia. Organisasi PBB untuk AIDS (UNAIDS) menyebutkan, selama dua tahun ini posisi Indonesia tidak berubah, yakni masih menjadi negara epidemi AIDS tercepat di Asia. Hingga akhir 2009, ada 19.973 kasus AIDS di 32 provinsi di Indonesia. Sementara itu, yang tertular HIV/AIDS 298 ribu orang. "Beberapa tahun terakhir, penularan HIV/AIDS di Indonesia memang berkembang cepat. Salah satu pemicunya adalah perilaku seksual," ujar UNAIDS Country Coordinator Nancy Fee ketika ditemui di Jakarta kemarin (1/4). Nancy memaparkan, Indonesia juga masuk dalam masa transisi pola penularan HIV/AIDS, yang semula lewat penggunaan jarum suntik menjadi melalui hubungan seksual. Dalam data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2009 disebutkan, secara kumulatif kasus AIDS tertinggi ditularkan melalui hubungan heteroseksual (50,3 persen), diikuti penggunaan jarum suntik (40,2 persen), lalu perilaku homoseksual (3,3 persen). Nancy mengatakan, ancaman virus mematikan tersebut belum beranjak dari Indonesia. Karena itu, pemerintah harus bertindak cepat untuk melawan penyebaran penyakit tersebut. Awalnya, HIV menular di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun). Namun, dalam 15 tahun terakhir mayoritas penasun bukan lagi orang yang terinfeksi HIV. "Untuk epidemi di Indonesia, infeksi HIV lebih dipicu perilaku seksual," sambung aktivis HIV/AIDS Irwanto dari Universitas Atmajaya. Perilaku tersebut tumbuh dengan cepat dan menyebar pada jaringan kerja seks. Termasuk, pasangan jangka panjang, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (gay), dan pekerja seks. Pola epidemi di Asia, antara 2002-2006 jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS naik dua kali lipat. "Sebesar 90 persen di antaranya adalah infeksi terhadap perempuan yang disebabkan perilaku seksual pasangan," jelas Irwan. Laporan Commission on AIDS in Asia 2008 memperkirakan, hingga 10 juta perempuan Asia mengomersialkan seks. Sementara itu, setidaknya 75 juta laki-laki membeli seks secara reguler dan gay diperkirakan sebanyak 16 juta orang. Penelitian tersebut juga menunjukkan, antara 10-60 persen laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki. Selain itu, sekitar 50 juta perempuan berisiko tertulari HIV dari pasangan intimnya. Para perempuan berisiko tersebut sudah menikah atau merupakan pasangan tetap laki-laki yang terlibat perilaku seksual yang berisiko lebih tinggi. Berdasar data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2008, dinamika penularan HIV dalam hubungan intim pasangan di Asia melalui tiga sumber utama, meliputi pekerja seks (10 juta orang), penasun (4 juta orang), serta laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dan waria (16 juta orang). Dari tiga sumber utama tersebut, jelas Irwan, laki-laki yang secara reguler menggunakan pekerja seks berjumlah 75 juta orang. Ditambah laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki serta penularan melalui penasun, diperkirakan 50 juta perempuan berisiko tertular HIV. Irwan menyebutkan, perempuan menjadi rentan karena terlupakan untuk diperhatikan. Padahal, perempuan juga berhubungan dengan orang yang lebih dahulu terinfeksi karena penggunaan narkoba suntik, homoseksual, dan pelanggan seks.
Sumber: Jawa Pos

0 komentar:

Post a Comment