Wednesday, April 28, 2010

Idealnya, Papsmear Setahun Sekali

Kanker serviks saat ini menjadi pembunuh pertama di dunia bagi perempuan. Sebab, kanker leher rahim ini menyerang perempuan berbagai usia. Karena itu, dalam peringatan Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan Bojonegoro kemarin (28/4) memberikan layanan papsmear gratis kepada sekitar 400 perempuan yang berasal dari berbagai instansi dan kecamatan di Bojonegoro. Papsmear dilakukan dengan metode screening ginekologi. Metode ini untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. "Pemberian papsmear sebagai upaya deteksi sekaligus mengantisipasi dan mencegah secara dini kemungkinan adanya kanker mulut rahim pada perempuan," kata M. Adi, petugas laboratorium Fortuna Mojokerto, kemarin. Menurut dia, deteksi harus dilakukan sejak dini, antara usia 30-40 tahun. Perempuan harus mempunyai keberanian untuk memeriksakan diri. Agar, bisa dilakukan langkah pencegahan sebelum terkena kanker serviks. "Wanita yang aktif secara seksual, disarankan untuk menjalani papsmear sekali dalam satu tahun," urainya. Endik S., salah satu peserta, mengaku antusias dengan layanan papsmear. "Ini menjadi sangat penting bagi perempuan, karena untuk melihat dan mengurangi risiko terkena kanker yang semakin banyak diderita perempuan Indonesia," papar perempuan yang sudah tiga kali papsmear ini. Anik Muspaeni, ketua Dharma Wanita Persatuan Bojonegoro mengatakan, program ini bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap penyakit kanker serviks yang semakin meningkat. (tis/fiq)

Sumber: Radar Bojonegoro

0 komentar:

Post a Comment