Saturday, April 3, 2010

Kak Seto : Kasus Mirip SW Banyak

JOGJA- Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi ikut-ikutan dibuat sibuk akibat munculnya video Anak Kecil Berbicara Kotor Asal Surabaya. Dalam beberapa hari ini, dia sering menerima pertanyaan dari para wartawan soal kasus yang memalukan dan mencoreng dunia anak-anak itu. Dia pun juga harus menjelaskan komentarnya saat berhadapan dengan khalayak, terutama kalangan orang tua dan pendidik. Itu pula yang dilakukan pria berkacamata yang akrab disapa Kak Seto ini di Pendopo Tamansiswa kemarin. Dihadapan sekitar 400 orang tua dan guru, dia menekakan lagi tentang keprihatinannya terhadap kasus itu. "Kasus itu sungguh memrihatinkan. Dan itu bukan tidak mungkin terjadi juga kepada anak-anak yang lain," terangnya saat ditemui di ruang transit. Dan itu harus secepatnya diselesaikan, dalam rangka memberikan perlindungan bagi anak-anak dan masa depannya. Dan itu dengan melibatkan semua pihak. Dia menilai, faktor lingkungan menjadi kunci utama dalam masalah ini. Dia pun menilai, kasus yang terjadi di Surabaya itu sangat dipengaruhi lingkungan sekitarnya dan bukan semata-mata kesalahan keluarga dan orang tuanya. Melainkan lingkungan yang tidak sehat bagi perkembangan anak dan tidak adanya kepedulian tentang masa depan anak.
Karena itulah dia menilai pentingnya kota layak anak. Sebuah kota dengan lingkungan yang layak dihuni dan menjadi sebuah tempat tumbuh dan berkembangnya anak untuk menatap masa depannya. Dia pun berkomitmen untuk ikut mengampanyekan adanya kota layak anak ini di setiap kota yang dikunjunginya, termasuk di Kota Jogja. Dalam kasus di Surabaya itu, dia menilai SW (inisial anak itu) sudah mengalami tiga kekerasan sekaligus. Yakni, kekerasan psikologis, karena sudah diajari sesuatu yang tidak sesuai umurnya. SW juga mengalami kekerasan dalam hal kesehatannya, karena sudah diajari merokok. Yang paling parah tentu saja yang bersangkutan telah mengalami kekerasan yang disebut eksploitasi anak. Guna menyelesaikan kasus ini, dia secepatnya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak di Surabaya. Itu antara lain dengan dokter, psikolog anak dan lingkungan sekitarnya. SW sebaiknya diperiksa baik secara psikis dan fisik. SW harus ditangani oleh psikolog anak untuk memperbaiki tingkah lakunya. "Selain itu, sebaiknya juga dibawa ke dokter untuk diperiksa kesehatannya," tegasnya.
Sumber: Radar Yogya

1 komentar:

Al-Ikhlas said...

Sesuai dgn Hadits Shahih : Setiap anak yang lahir suci, setelah itu tergantung kepada orang tuanya.

1. Orang tualah (ayah & Ibunya) yg mencontohkan/mengajarkan yg tdk baik.
2. Orang tua dalam lingkungan.
3. Orang tua di sekolah

oleh karena itu pelajaran terpenting adalah AGAMA (Akhlak), oleh karena itu tambahkan jam pelajaran agama disekolah2 negeri.

Post a Comment